Assalamualaikum


counter

Selamat Datang

selamat datang


counter

Translate

Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Desember 2013

Pengertian Akunting


AKUNTING 
    1.    Pentingnya Akunting
Akunting adalah suatu kegiatan yang sangat penting yang turut pula menentukan keberhasilan usaha bisnis. Akunting merupakan suatu karir yang bertumbuh pesat dan disenangi orang pada saat ini. Dengan akunting pengusaha akan dapat mengetahui secara benara berapa banyak pajak harus dibayar, berapa uang yang harus dipinjam, apakah investasi yang dilakukan sudah benar, dan apakah diperoleh keuntungan normal, dan sebagainya.
Setiap bisnis pada akhir tiap tahun sekurang-kurangnya menyiapkan dua laporan keuangan yaitu laporan keuangan dan laporan pendapatan. Laporan ini berasal dari ribuan transaksi yang terjadi dalam kegiatan bisnis sehari-hari, baik dihitung dalam uang ataupun dihitung dalam jumlah satuan barang. Laporan keuangan pada prinsipnya hamper sama dari tiap perusahaan, apakah perusahaan kecil ataukah perusahaan besar.

    2.    Pengertian Akunting
Yang dimaksud dengan akunting adalah kegiatan proses yang sistematis dalam mengumpulkan data, menganalisa, dan melaporkan informasi tentang keuangan. Pekerjaan akunting telah dilakukan perusahaan sejak berabad-abad yang lalu yaitu sejak tahun 1494 oleh seorang italia bernama POCIOLO. Sedangkan diamerika serikat sudah dimulai sejak tahin 1887. Tahun 1900 an pengajaran akuntansi diajarkan di bannyak perguruan tinggi. Sekarang pengajaran akunting sudah meluas sangat pesat sekali.

    3.    Akunting atau Bookkeeping
Pekerjaan akunting menyangkut keseluruhan system yang menyiapkan informasi keuangan secara tepat dan mutakhir mulai dari system disainnya, menjalankannya, sampai keinterpretasi informasi yang diperoleh. Untuk menjadi seorang akuntan seseorang harus mempelajarinya bertahun-tahun dan praktek mencari pengalaman.

Ø Bookkeeping
Bookkeeping adalah pekerjaan mencatat kejadian-kejadian setiap hari, dan merupakan bagian penting ari akunting. Bookkeeper ialah orang yang bertanggung jawab memperoleh data keuangan. Bookkeeper adalah pekerjaan Clerical, dan sekarang pekerjaan ini banyak mendapat bantuan computer. Biasanyapekerjaan bookkeeper di awasi atau dibimbing oleh akuntan.
    4.    Siapa yang memerlukan informasi akunting
Orang yang paling berkepentingan dengan informasi akunting ialah para manajer perusahaan. Manajer dapat memperoleh segala data yang ia perlukan mengenai perusahaannya yaitu menyangkut penghasilan, biaya, utang-utang, piutang, keuntungan, dan sebagainya.
Orang atau lembaga lain yang berkepentingan dengan informasi akunting ialah perbankan, guna menetapkan kebijaksanaan perkreditannya, juga apa yang disebut securities industry, guna menentukan jumlah saham atau obligasi yang akan dijual atau dibeli. Juga pemerintah untuk melihat kegiatan perusahaan dalam daerah pemerintahannya, untuk melihat kemajuan penerimaan pajak, perlindungan nasib pegawai. Organisasi buruh, ingin melihat informasi keuangan guna menetapkan perlindungan kenaikan gaji. Dan yang terpenting ialah bagi para pemilik atau pemegang saham sendiri.

    5.    Proses Akunting
Akunting ialah merupakan suatu proses transformasi data mentah menjadi informasi keuangan yang berguna.
Ø  Persamaan akunting ( The accounting Equation)
Untuk mengerti bagaimana caranya kerja akunting modern maka kita harus mengerti persamaan akunting dan bagaimana transaksi dicatat di dalam system. Persamaan akunting, berbentuk laporan sederhana, yang merupakan bentuk dasar dari proses akunting. Ini merupakan hubungan antara asset, liabilities dan owner’s equity.
·         Asset ialah harta yang dimiliki oleh perusahaan.
·          Liabilities ialah kewajiban perusahaan, yang ia pinjam dari orang lain.
·         Owner’s equity ialah perbedaan diantara asset dan liabilities.
Ø  Asset
Harta atau asset dapat dibagi menjadi Current assets dan fixed assets. Juga dapat dibedakan tangible assets dan intangible assets.
Current assets ialah uang tunai atau assets lainnya yang cepat dapat ditukarkan dengan uang atau yang hanya digunakan dalam waktu 1 tahun. Uang kas adalah harta yang paling likuid, tingkat pertama dalam harta.
Fixed assets ialah assets yang berjangka hidup lama atau permanen. Assets itu tidak akan dijual selama perusahaan berdiri, seperti tanah tempat kediaman, bangunan, mesin, dan perlengkapan, atau assets yang tahan selama waktu sekurang-kurangnya 1 tahun. Nilai assets akan berkurang melalui penyusutan yang dilakukan setiap tahun.
Intangible assets. Assets ini tidak kelihatan secara fisik, tetapi mempunyai nilai berdasarkan undang-undang, atau mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Misalnya hak paten, hak copy, cap dagang, goodwill. Ini termasuk assets berjangka lama.

Ø  Liabilities
Liabilities juga dibagi atas dua bagian yaitu Current liabilities dan long term liabilities.

·         Current liabilities ialah utang perusahaan yang harus dibayar dalam tempo satu tahun. Bentuk umum dari liabilities jenis ini ialah accounts payable dan notes payable.
-          Account payable terjadi karena pembelian yang dibayar dibelakang, misalnya membeli keperluan kantor sekarang dan pembayarannya tiga bulan kemudian. Transaksi ini dibukukan dalam rekening Accounts payable.
-          Notes Payable, sama halnya pada accounts payable, tetapi perusahaan menandatangani suatu pengakuan berutang dan jelas jatuh temponya.

·         Long term liabilities, merupakan utang perusahaan yang harus dibayar diatas satu tahun, misalnya utang bank yang berjangka lebih dari satu tahun.

Ø  Owners’ equity
Owners’ equity ini terbagi atas 3 bagian yaitu common stock, preferred stock, dan retained earnings, yaitu saham umum, saham preferen dan laba yang ditahan.
·         common stock dan preferred stock ialah jumlah uang yang ditanam dalam perusahaan oleh para pembeli saham, sedangkan retained earnings ialah jumlah uang komulatif setelah pembayaran dividen dan pajak yang masih tersisa di dalam perusahaan.

    6.    Income Statement
Neraca perusahaan ialah gambaran singkat dari asset perusahaan, utang dan modal sendiri pada saat tertentu. Income statement ialah catatan semua penghasilan dan biaya yang terjadi pada selang waktu tertentu. Ini menunjukkan berapa jumlah uang yang diperoleh dan berapa yang hilang atau dihabiskan selama waktu tertentu. Umumnya income statement dibuat dalam waktu satu tahun sekali. Pada bagian bawah income statement dapat dilihat hasil usaha perusahaan, apakah ada laba atau rugi.
Ø  Revenues
Adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari penjualan produknya. Ini dimulai dari penjualan bruto atau gross sales, yaitu jumlah barang yang terjual pada periode tertentu.  Disini diperhitungkan jumlah barang yang dikembalikan, dan reduksi harga sisanya ialah penjualan netto.
Ø  Cost of goods sold
Jumlah uang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli barang yang akan dijualnya dinamakan cost of goods sold. Perdagangan eceran dan grosir menggunakan perhitungan yang sama mengenai cost of goods sold.

    7.    Penilaian Persediaan Barang
Dalam menyusun income statement, akuntan tidak dapat menghitung pendapatan bersih perusahaan tanpa menghitung harga pokok barang yang terjual. Untuk menghitung harga pokok barang, harus dihitung niai persediaaan akhir barang yang ada. Ada dua metode yang umum digunakan untuk menilai persediaan ini yaitu metode FIFO dan LIFO. Metode ini terasa penting, jika perusahaan menjual barang yang dibeli dengan harga berbeda.
Ø  FIFO ( First In First Out )
Metode FIFO digunakan dengan anggapan bahwa barang yang pertama masuk ke dalam rak toko adalah yang harus pertama kali dijual, atau harus dijual terlebih dahulu. Dan yang masuk kemudian dijualnya pun kemudian juga. Artinya adalah barang yang ada pada akhir tahun adalah barang yang dibeli terakhir.
Ø  LIFO ( Last In First Out
Model LIFO ini beranggapan bahwa barang yang pertama dijual, artinya harga penjualan barang ditentukan oleh harga barang yang terakhir dibeli. Jadi jika ada barang yang tersisa pada akhir tahun, maka barang tersebut dinilai sehharga dengan harga barang yang terakhir.
Metode Fifo dan Lifo dipakai baik untuk menilai persediaan akhir maupun untuk pemakaian bahan untuk proses produksi.

    8.    Bagaimana Menginterpretasikan Laporan Keuangan
Sekarang anda sudah mengetahui perbedaan antara neraca dan income statement. Pertanyaan berikut ialah bagaimana menginterpretasikan laporan, agar dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas tentang keadaan perusahaan. Apakah perusahaan sudah baik jalannya dan apakah lebih kuat dalam menghadapi dunia persaingan. Jawabannya dapat dilihat dari laporan keuangan neraca dan income statement. Ada dua cara yang mendasar yang dapat digunakan yaitu analisa komparatif dan analisa rasio.

    9.    Analisa Komparatif
Analisa komparatif dimaksudkan membandingkan neraca tahun ini dengan neraca tahun yang lalu, Kemudian dilihat perbedaan-perbedaan yang terjadi, dan diteliti apakah perubahaan tersebut menjadikan posisi perusahaan lebih baik atau lebih buruk. Banyak perusahaan membuat perbandingan neraca tahun ini dengan neraca 9 tahun yang lalu, sehingga para pembaca dapat membandingkannya secara langsung.

    10.        Analisa Ratio
Keadaan perusahaan juga dapat dianalisa dari ratio, yang dilihat dari neraca dan income statementnya. Analisa dapat pula dibandingkan antara perusahaan sejenis dan dapat dibandingkan dengan keadaan tahun lalu.
Ø  Analisa Current Position
Analisa Current Position menyatakan kepada kita apakah perusahaan mampu melunasi utang-utang jangka pendeknya. Ratio yang penting disini ialah apa yang disebut current ratio, yang dihitung dengan cara membagi total current assets dengan total current liabilities.
Ø  Acid test atau quik ratio
Di dalam current ratio di atas, dalam perhitungannya dimasukkan semua bentuk uang jangka pendek dan harta jangka pendek.

Ø  Ratio utang dengan Modal sendiri
Ratio ini dicari dengan membagi jumlah utang dengan modal sendiri. Modal sendiri ini diperoleh dengan mengurangi seluruh harta dengan seluruh utang.
Ø  Analisa Keuntungan
Analisa rasio ini biasanya digunakan oleh orang yang akan menginvestasikan uangnya di perusahaan. Makin banyak keuntungan yang diperoleh dilihat dari tiap aham, maka menarik para investor.

Senin, 18 November 2013

Perencanaan Sumber Daya Manusia


A.   Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia
1.     Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia menurut pendapat para ahli
a.      Andrew E.Sikula (1981:145)
Perencanaan SDM /perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi.
b.      George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981 :173)
Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan , pengimplementasian , dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara ekonomis lebih bermanfaat.[1]
c.       Werther dan Davis (1989)
Perencanaan SDM adalah suatu perencaan yang sistematis tentang perkiraan kebutuhan dan pengadaan tentang pegawai.
d.      Reilly (1996:4)
Perencanaan SDM berkaitan erat dengan pengidentifikasian persoalan-persoalan, ancaman dan peluang dalam organisasi dan lingkungan organisasi.[2]

Berdasarkan pendapat diatas maka perencanaan SDM/ perencanaan tega kerja dapat diartikan sebagai suatu proses menentukan kebutuhan akan tenaga kerja yang berdasarkan peramalan, pengembangan, pengimplementasian , dan pengontrol kebutuhan tersebut yang berintegrasi dengan rencana organisasi agar tercipta jumlah pegawai, penempatan pegawai secara tepat dan bermanfaat secara ekonomis.


B.   Metode, Informasi dan Peramalan Tenaga Kerja
1.     Metode
a.      Metode Nonilmiah
Perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman , imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaannya saja. Rencana SDM semacam ini resikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya terjadi pemborosan yang merugikan perusahaan.
b.      Metode Ilmiah
Perencanaan SDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data , informasi, dan peramalan-peramalan dari perencanaannya. Rencana SDM semacam ini resikonya relative kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan terlebih dahulu.
Pada metode ilmiah ini, data dan informasinya harus akurat, serta analisis yang baik dan benar.
2.     Informasi
Data adalah kejadian-kejadian nyata pada masa lampau , baik data sekunder maupun data tersier.
Informasi adalah hasil proses data serta memberikan informative kepada penerimanya. Gordon B.Davis “informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan sekarang atau keputusan-keputusan akan datang”.

Perencanaan SDM baru dapat dilakukan dengan baik dan benar jika informasi tentang job analysis, organisasi , dan situasi persediaan tenaga kerja diperoleh.
Ø Job Analysis
1.       Job analysis 
Memberikan informasi tentang aktivitas pekerjaan , standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan personalia, perilaku manusia, dan alat-alat yang dipergunakan.
2.       Job description 
Memberikan informasi tentang tugas-tugas dan tanggung jawab seorang pejabat pada suatu jabatan.
3.       Job specification 
Memberikan informasi tentang kualifikasi-kualifikasi SDM yang akan menjabat suatu jabatan.
4.       Job evaluation 
Memberikan informasi mengenai berat-ringannya pekerjaan, resiko pekerjaan , gaji jabatan.
5.       Job enrichment
Memberikan informasi untuk memperkaya pekerjaan pada suatu jabatan tertentu yang sifatnya vertical.
6.       Job enlargement 
Memberikan informasi untuk memeperkaya jenis pekerjaan yang sifatnya horizontal.
7.       Work simplification 
Memberikan informasi untuk spesialisasi pekerjaan, karena perkembangan perusahaan.

Ø  Organisasi
Oganisasi memberikan informasi tentang hal-hal berikut.
1.     Tujuan yang ingin dicapai
2.     Jenis organisasi
3.     Dasar pendepartemenan dan struktur organisasi.
4.     Rentang kendali setiap depertemen/bagian.
5.     Kepemimpinan organisasi, individu dan kolektif.
6.     Jumlah karyawan dan perincian manajerial dan operasional.
7.     Jenis-jenis authority yang didelegasikan dalam organisasi.
8.     Tingkat-tingkat posisi pejabat.
Ø  Situasi Persediaan Tenaga Kerja
Situasi Persediaan Tenaga Kerja memberikan informasi tentang hal-hal berikut.
1.      Persedian tenaga kerja dan tingkat kemampuan SDM.
2.     Jenis-jenis, susunan umur, tingkat pendidikan, serta penyebaran atau pemerataan tenaga kerja.
3.     Kebijaksanaan perburuhan dan kompensasi pemerintah.
4.     Sistem , kurikulum , dan tingkat-tingkat pendidikan SDM.[3]
3.     Peramalan Tenaga Kerja
Pertimbangan-pertimbangan yang perlu dilakukan dalam peramalan atau memperkirakan kebutuhan tenaga kerja diantaranya sebagai berikut :
Ø  Struktur industri dimana perusahaan berada
Struktur industri berkaitan erat dengan tingkt persaingan yang di hadapi perusahaan, semakin ketat persaingan berarti perusahaan perlu memilii beberapa keunggulan dibanding pesaingnya, keunggulan diperoleh dari tenaga kerja.
Ø  Strategi dan tujuan perusahaan
Strategi di dukung oleh SDI begitu pula upaya mewujudkan tujuan.
Ø  Penawaran tenaga kerja
Dapat dikelompokkan
a.       Penawaran eksternal tenaga kerja
Tenaga kerja eksternal ini tidak lain dari pada kondisi angkatan kerja yang dimiliki.
b.      Penawaran internal tenaga kerja
Berkaitan dengan kondisi internal perusahaan distribusi usia pekerjaan, pemecatan, pensiun dan penerimaan baru dalam kelompok kerja.
Ø  Ramalan permintaan tenaga kerja
Memiliki lenih banyak aspek ketidak pastian dengan ramalan penawaran , hal ini meliputi perubahan teknologi, sikap kosumen dan pola pembelian.[4]

Perencanaan SDM yang baik adalah jika ia dapat meramalkan masa depan dengan cara memproyeksikan hasil informasi analisis informasi yang diperoleh. Peramalan biasanya untuk masa 5 tahun yang akan datang. Apabila ramalan-ramalannya mendekati kebenaran, rencana itu baik dan benar, karena ia dapat membaca situasi masa yang akan datang dengan baik.

Tujuan peramalan anatara lain, untuk hal-hal berikut.
1.     Meramalkan kebutuhan dan persediaan tenaga kerja yang ada.
2.     Meramalkan kemajuan perusahaan dan teknologi sehingga harus dilaksanakan pelatihan dengan kurikulum yang tepat.
3.     Meramalkan kemajuan pendidikan dan peningkatan kemampuan SDM.
4.     Meramalkan kebutuhan akan jenis-jenis kecakapan yang berlainan dan jenis SDM (pria-wanita) pada masa yang akan datang.
5.     Meramalkan kebijaksanaan perburuhan pemerintah, seperti usia, UMR, dan jam kerja.

C.    Perencanaan Prosedur dan Perencanaan fungsi SDM
Perencanaan adalah orang, baik individu maupun kelompok , yang memproses perencanaan yang hasilnya menjadi rencana.
Syarat-syarat perencanaan SDM
1.      Harus mengetahui jelas masalah yang akan direncanakannya.
2.      Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
3.      Harus mengetahui pengetahuan luas tentang Job Analysisorganisasi dan situasi persediaan SDM.
4.      Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
5.      Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
6.      Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah.
a.      Prosedur perencanaan SDM
1.      Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
2.      Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
3.      Mengelompokkkan data dan informasi serta menganalisisnya.
4.      Menetapkan beberapa alternative.
5.      Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana.
6.      Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.

b.      Perencanaan Fungsi MSDM
Manajemen Sumber Daya Manusia, oleh para penulis dibagi atas beberapa fungsi dengan tujuan sebagai berikut.
1.      Analisis pembahasannya sistematis , teratur dan baik sehingga mudah dipahami.
2.      Menjadi pedoman bagi manajer dalam melaksanakan langkah-langkah kepemimpinannya dibidang SDM. 

Agar setiap fungsi MSDM diterapkan dengan baik dan tepat maka perlu perencanaan terlebih dahulu.[5]

D.   Audit Sumber Daya Manusia
Pengauditan adalah suatu proses, penyelidikan, penganalisisan dan perbandingan informasi yang ada dengan norma standar yang berlaku. Pengauditan sumber daya manusia meliputi: penelusuran secara normal dan sistematis mengenai efektifitas progam kepegawaian, program analisis jabatan, penarikan pegawai, testing, pelatihan dan pengembangan manajemen, promosi jabatan, transfer, taksiran pegawai, hubungan kerja, pelayanan pegawai, moral dan sikap kerja, penyuluhan pegawai, upah, administrasi upah dan penelitian pegawai.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengauditan sumber daya manusia:
1.      Kualitas kekuatan kerja
Pengauditan sumber daya manusia harus melibatkan pengujian kualitas kekuatan kerja. Peningkatan kualitas dapat dicapai melalui pengalaman, pendidikan, pelatihan dan pengembangan.
2.      Penentuan kualitas
Penentuan kualitas kekuatan kerja dapat melalui analisis jabatan. Analisis jabatan digunakan untuk menentukan tugas-tugas, tanggung jawab, kondisi kerja, interelasi antar jabatan.
3.      Daftar kemampuan ( skill )
Daftar skill bermanfaat bagi perusahaan dalam mendayagunakan pegawainya.
4.      Turnover kerja ( reputasi tenaga kerja )
Prosedur pengauditan sumber daya manusia harus melibatkan persediaan untuk menaksir turnover kerja. Hal ini disebabkan terjadinya kekosongan pegawai karena pegawai pensiun, berhenti, cuti, izin, absen dan meninggal. Penaksiran turnover dapat memperhatikan angka rata-rata turnover pada tahun sebelumnya.
5.      Perubahan secara intern
Pengauditan sumber daya manusia dapat mempertimbangkan perubahan secara intern, seperti promosi jabatan, penurunan jabatan ( demosi ), dan transfer jabatan.
Pengauditan sumber daya manusia bertujuan antara lain agar jangan sampai terjadi turnover kerja tinggi dan perlu adanya pengisian kekosongan jabatan dengan segera.[6]
  



[1] Dr.A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Drs.,M.Si. Psi, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2007 , hlm. 4
[2] DR. Edy Sutrisno, M.Si, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta : Kencana Prenada Media Grup, 2009, hlm. 33
[3] Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi revisi, Jakarta: Bumi Aksara, hlm. 251-252
[4] Jusmaliani, Pengelolaan Sumber Daya Insani, Jakarta : Bumi Aksara, 2011, hlm. 64
[5] Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, opcit., hlm. 253-256
[6] Dr.A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, opcit., hlm. 6-7